{"id":38694,"date":"2026-10-26T10:34:50","date_gmt":"2026-10-26T03:34:50","guid":{"rendered":"https:\/\/pt-medan.go.id\/?page_id=38694"},"modified":"2026-10-26T10:35:47","modified_gmt":"2026-10-26T03:35:47","slug":"prosedur-berupaya-hukum","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/pt-medan.go.id\/?page_id=38694","title":{"rendered":"Prosedur Berupaya Hukum"},"content":{"rendered":"\t\t<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"38694\" class=\"elementor elementor-38694\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-b50377a elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"b50377a\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5a532f2\" data-id=\"5a532f2\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c247a38 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"c247a38\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #000000;\">Upaya hukum merupakan hak para pihak dalam suatu perkara untuk menolak atau tidak menerima putusan pengadilan dengan tujuan memperoleh pemeriksaan ulang oleh pengadilan yang lebih tinggi atau melalui mekanisme tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<\/span><\/p><p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>A. Jenis Upaya Hukum<\/strong><\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\"><li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Upaya Hukum Biasa:<\/strong>\u00a0Banding dan Kasasi<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Upaya Hukum Luar Biasa:<\/strong>\u00a0Peninjauan Kembali (PK)<\/span><\/li><\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>B. Prosedur Banding<\/strong><\/span><\/p><ol class=\"wp-block-list\"><li><span style=\"color: #000000;\">Permohonan banding diajukan oleh pihak yang tidak puas terhadap putusan Pengadilan Negeri.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Permohonan diajukan secara lisan atau tertulis kepada Panitera Pengadilan Negeri.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Permohonan banding harus diajukan dalam waktu\u00a0<strong>14 (empat belas) hari<\/strong>\u00a0setelah putusan diucapkan atau diberitahukan.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Pemohon membayar biaya perkara banding sesuai ketentuan.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Pengadilan Negeri mengirimkan berkas perkara ke Pengadilan Tinggi.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Pengadilan Tinggi memeriksa dan memutus perkara banding.<\/span><\/li><\/ol><p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>C. Prosedur Kasasi<\/strong><\/span><\/p><ol class=\"wp-block-list\"><li><span style=\"color: #000000;\">Permohonan kasasi diajukan kepada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Permohonan diajukan dalam waktu\u00a0<strong>14 (empat belas) hari<\/strong>\u00a0setelah putusan banding diberitahukan.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Pemohon wajib menyampaikan\u00a0<strong>memori kasasi<\/strong>.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Termohon kasasi dapat mengajukan\u00a0<strong>kontra memori kasasi<\/strong>.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Berkas perkara dikirim ke Mahkamah Agung untuk diperiksa dan diputus.<\/span><\/li><\/ol><p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>D. Peninjauan Kembali (PK)<\/strong><\/span><\/p><ol class=\"wp-block-list\"><li><span style=\"color: #000000;\">Peninjauan kembali diajukan terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Permohonan diajukan kepada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Permohonan PK hanya dapat diajukan dengan alasan tertentu, antara lain:<\/span><ul class=\"wp-block-list\"><li><span style=\"color: #000000;\">Ditemukan bukti baru (novum)<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Kekhilafan hakim atau kekeliruan nyata<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Putusan bertentangan satu sama lain<\/span><\/li><\/ul><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Pemohon wajib menyampaikan memori PK.<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Mahkamah Agung memeriksa dan memutus permohonan PK.<\/span><\/li><\/ol><p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>E. Dasar Hukum<\/strong><\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\"><li><span style=\"color: #000000;\">Herzien Indonesisch Reglement (HIR) \/ Rechtsreglement voor de Buitengewesten (RBg)<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) \u2013 UU No. 8 Tahun 1981<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung sebagaimana telah diubah dengan UU No. 5 Tahun 2004 dan UU No. 3 Tahun 2009<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) yang berlaku<\/span><\/li><li><span style=\"color: #000000;\">Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) terkait<\/span><\/li><\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Catatan:<\/strong>\u00a0Setiap upaya hukum memiliki batas waktu dan persyaratan tertentu. Masyarakat diharapkan untuk memperhatikan ketentuan yang berlaku atau berkonsultasi dengan petugas PTSP untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.<\/span><\/p>\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Upaya hukum merupakan hak para pihak dalam suatu perkara untuk menolak atau tidak menerima putusan pengadilan dengan tujuan memperoleh pemeriksaan ulang oleh pengadilan yang lebih tinggi atau melalui mekanisme tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. A. Jenis Upaya Hukum Upaya Hukum Biasa:\u00a0Banding dan Kasasi Upaya Hukum Luar Biasa:\u00a0Peninjauan Kembali (PK) B. Prosedur Banding [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"advanced_seo_description":"","jetpack_seo_html_title":"","jetpack_seo_noindex":false,"jetpack_post_was_ever_published":false,"footnotes":""},"jetpack-related-posts":[],"jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_likes_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/38694"}],"collection":[{"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38694"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/38694\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":38697,"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/38694\/revisions\/38697"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pt-medan.go.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}